[CERPEN] Penguntit

Cerpen Penguntit
Photo by Scott Webb from Pexels

Dari kejauhan aku sedang memusatkan perhatianku pada seorang wanita yang sedang duduk, tertunduk dengan ponselnya di sebuah bangku—di sudut jalan persimpangan. Lewat balik gurat kaca ruangan remang ini aku memantau gerak-geriknya. Aku bisa melihatnya leluasa dari tempat ini.

Sudah tiga hari aku menerapkan pola yang sama untuk melakukan tugasku; menguntit. Entah kenapa dia selalu berada di tempat itu selama tiga sore terakhir.

Continue reading “[CERPEN] Penguntit”

Advertisements

Bong, Pret, Break Dulu Bisa?

stock-photo-139315319.jpeg

Ritual pencelupan jari kelingking ke dalam tinta hitam pertama kali saya lakukan pada pemilu tahun 2014 lalu. Saat itu usia saya masih 17 tahun, umur yang menurut aturan, pas untuk menerima hak bersuara.

Sehari sebelum era presiden SBY benar-benar harus berakhir—pada bulan Oktober di tahun yang sama—setelah menjabat selama dua periode, barulah usia genap menjadi 18 tahun.

Continue reading “Bong, Pret, Break Dulu Bisa?”

Melihat Insiden Haringga Sirla Lewat Kacamata Sepakbola Hari Ini

Melihat Insiden Haringga Sirla
Foto: Tookapic/Pexels

Salah satu agama baru yang sudah—bisa dikatakan—sangat diterima adalah sepak bola. Dengan klaim-deklarasi yang lebih halus dari agama-agama baru lain yang sampai saat ini masih mendapat perlakuan alienisasi, sub-olahraga terpopuler tersebut berhasil sukses memaksa kita untuk ‘beriman’ kepadanya.

Perlu dan sangat perlu diakui bahwasanya, sepak bola sudah seperti agama. Pegiatnya banyak, simpatisannya pun penuh apabila ada pengajian dari pendakwah yang bentuknya khas layar tancep.

Continue reading “Melihat Insiden Haringga Sirla Lewat Kacamata Sepakbola Hari Ini”