RUU KPK, DPR Kembali “Blunder”

sumber gambar : Tribunnews.com

Ya, setidaknya itulah yang saya pikirkan. DPR lagi-lagi melakukan blunder melalui RUU KPK yang akhir-akhir ini berhembus kencang (mengagetkan publik). Apa yang sebenarnya yang melatar belakangi DPR memunculkan “Ide briliant” ini ? Entahlah, tapi yang jelas, DPR kembali mencoba mendulang profit khas nan uniknya, yakni DISTRUST dari publik Indonesia. Kenapa ? Sederhananya, Apa yang (cenderung) akan kita lakukan jika orang yang kita sayangi “diganggu” ? Secara pribadi, saya masih sangat yakin bahwa KPK masih lekat dengan stempel “Public Darling”.

Continue reading “RUU KPK, DPR Kembali “Blunder””

Wacana KPK Rekrut TNI, Apakah Perlu ?

sumber gambar : Viva.co.id

Hampir dalam 4 bulan terakhir, perhatian publik tersita oleh konflik KPK dan Polri. Dari konflik yang terjadi itulah publik merasa khawatir terhadap kelangsungan nasib KPK. Bahkan, publik beranggapan bahwa konflik tersebut sebagai aksi kriminalisasi yang dilakukan oleh Polri terhadap KPK. Serentetan cerita kisruh tersebut akhirnya menimbulkan cerita baru yang diusung KPK, yaitu munculnya wacana tentang rekrutmen prajurit TNI untuk menduduki jabatan strategis di tubuh KPK.

Continue reading “Wacana KPK Rekrut TNI, Apakah Perlu ?”

Kisruh KPK vs POLRI : Melemahnya “Public Darling” atau Bangkitnya Para Koruptor ?

sumber gambar : Tempo.co

Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan Kisruh “Kriminalisasi” antar KPK vs POLRI, bukan ? Banyaknya kesimpang siuran plus ketidakjelasan jalan ceritnya membuat publik seakan dibuat kebingunan. Siapa Pihak yang benar ? (Menurutku) Penekanananya ada pada “public power”, ya, kekuatan publik. Secara de jure KPK mungkin saja bersalah, tapi sebagian besar publik Indonesia punya interpretasi lain. Apa yang sudah dipredikisi sejak awal dari kisruh KPK vs Polri ini ialah bukti atau timbulnya reaksi publik yang merasa “sakit hati” karena KPK terancam bubar. Mengapa saya katakan “sakit hati” ? jawabannya ialah, KPK adalah “Public Darling”.

Continue reading “Kisruh KPK vs POLRI : Melemahnya “Public Darling” atau Bangkitnya Para Koruptor ?”