BBM dan Bidak Domino Yang (Mungkin) Dilupakan

Efek Domino

Baru-baru kemarin ini saya (sebagai anak kost) mendengar kabar bahwa akan dinaikkannya harga BBM, namun secara tiba-tiba disaat injury time, rencana itu dibatalkan. Sungguh, saya tidak terlalu mengerti dengan apa alasanya, Kenapa dibatalkan? Hitung-hitungan logisnya bagaimana? Entahlah. Tapi yang jelas tidak ada yang terlihat menggelar demonstrasi diperempatan jalan ketika rencana kenaikan ini, aliran penolakan juga tidak seramai dulu. Bisa dikatakan rencana ini “gagal” mengundang demonstrasi dari publik.

Continue reading “BBM dan Bidak Domino Yang (Mungkin) Dilupakan”

Orientasi Publik – Konsumen Sentris

Nokia adalah sebuah perusahaan ponsel ternama di dunia yang mampu menguasai pangsa pasar di Indonesia dalam waktu yang cukup lama sebelum akhirnya tersisihkan oleh competitor lainnya, mungkin yang saat itu Blackberry lah yang disebut-sebut menghancurkan eksistensi Nokia yang menjadi market leader di Indonesia dengan jangka waktu yang lama. Apa yang salah dengan Nokia ? Bagaimana strategi Blackberry hingga bisa menyisihkan nama besar Nokia ?

Saya sempat berpikir bahwa kita bisa saja menyalahkan Nokia akibat kegagalannya dalam mempertahankan pangsa pasar mereka di Indonesia, Karena tidak mampu “lagi” memahami selera konsumennya, Apakah Nokia tidak cukup responsive dan fleksibel dalam menghadapi kedinamisan pasar ? Di sisi lain, kita bisa memuji Blackberry saat itu, karena mampu memahami selera segman konsumen dan menendang Nokia yang sudah sejak lama menjadi raja. Namun, Apakah tepat jika kita menyebut bahwa kehancuran Nokia dikarenakan telah gagal berinovasi mempertahankan “Tahta” mereka ? Sedang Blackberry, apakah pantas kita menyebut mereka sebagai perusahaan yang berorientasi publik/konsumen ? Mungkin saja produk mereka hanya “kebetulan” dapat menarik minat pasar pada saat waktu yang tepat.

Continue reading “Orientasi Publik – Konsumen Sentris”