Detik-Detik Penutupan Loket

“Besok selasa, loket dibuka ya.”

Detik-Detik Penutupan Loket - 25 Februari 2018 by PxHere.com.jpg
pict: PxHere.com

Minggu sore, Bang Ehong menelurkan sebuah peringatan. Sebuah somasi paling klise bagi temen-temen kost-an, tentunya. Sore itu adalah saat-saat yang menurut ane, sungguh tepat bagi sebuah pengumuman penting macam itu.

Persis di lorong tanpa atap depan kamar ane, anak-anak kebetulan lagi pada ngumpul. Ngaso-ngaso sambil ngopi dengan sebongkah bak cuci yang bertransformasi menjadi meja bundar portable di tengah perkumpulan. Bak yang sengaja dibalik itu diberi hiasan sekotak asbak jumbo dan dua buah gelas kopi yang hitam manis.

Suara sendawa raksasa melewati celah-celah lorong. Bang Ehong memang senang membesar-besarkan suara sendawanya. Macam Gaspar dalam novelnya Sabda Armandio yang suka meletuk-letuk, Bang Ehong sendiri juga punya suka bersendawa dengan suara yang nyaring. Bahkan saking seringnya dan hampir selalu, suara sendawanya itu dianggap jadi hobinya. Berbeda dengan Gaspar yang merupakan sosok di balik topeng Budi Alanzo yang bisa meletuk menirukan suara gelembung permen karet yang pecah sesukanya, Bang Ehong justru harus menunggu saat yang tepat. You know, jadwal kedatangan sendawa itu memang ditakdirkan lebih mirip seperti bersin. Bukan begitu? Jadi, ketika Bang Ehong mulai merasakan timing yang tepat untuk bersendawa, dugaan ane, dia bakal merangsang suara sendawanya untuk mengeluarkan output suara dengan volume yang super-duper besar.

Dengan sendawanya sore itu, kehadiran bang Ehong seakan menginterupsi obrolan ringan anak-anak kost-an yang lagi pada ngumpul—masih di lokasi yang sama. Sebelum peringatan itu muncul, kami disapa dengan suara yang khas nan unik itu. Senda gurau mendadak lebih meledak ketika salah satu sepuh kost-an itu tiba. Lebih petjah, tentunya.

Mendadak, peringatan bahwa loket bulanan tersebut akan dibuka pada hari selasa hari ini membuat para anggota perkumpulan minggu sore kemarin terdiam. Semua terdiam. Terdiam karena merasa bingung. Kaget, ini loket apa nih maksudnya? Tiba-tiba pertanyaan itu menghasilkan kata “oh” dengan nada yang agak panjang. Serempak. Kami merasa tercerahkan sedikit, kemudian: “duh tagihan bayar listrik kost-an yak?” ngebuat kami semua termangu. Memang ya, sesuatu yang paling penting berupa tagihan iuran listrik dari tiap kepala penghuni kost seringkali luput dari ingatan. Dan, tumben-tumbenan pula reminder-nya pake-pake bahasa kode serumit itu.

Selasa, (20/2/2018) kemarin merupakan hari pertama loket pembayaran iuran listrik per bulan dibuka, dan harus segera dibayarkan kepada petugas loket yang sedang bertugas, Bang Ehong, sebelum tagihan listriknya jatuh tempo hari ini. Karena itu, rejeki pada res private harus disisihkan untuk menjaga supaya asupan listrik kost-an tak diputus. Alhasil, ane pribadi harus menunda acara lamaran pada salah satu novel incaran ane di salah satu online shop penuh buku. Semoga saja, stoknya bisa dan mau diajak untuk sekadar bernegosiasi ulang. Bulan depan. [ara]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s