Debar

15877228_394163804258379_8116430171491270656_n.jpg
pict: @primanarendra

dengarlah, raung derung lokomotif upaya
yang berlaju pada lajur —rel kereta.
seperti ular melata; menembus
belukar akasia dan semak-semak tandus.

pada jejer gerbong tubuhnya
yang sesak dan penuh ramai
seperti jenggala dan ilalang;
kepala dan karangan —angan.

Sayang, hidupmu sudah enak!
tinggal duduk manis di kursi kereta,
dibuat empuk dengan didihan debar
tanpa risalah risau ataupun kalut

duduklah, lihat ibu-ibu itu
yang duduk hamil di kursi priori
dibuat nyaman, dibuat aman
oleh presisi logika, rasa, dan asa
____________ : menjemput

Sayang, hidupmu sudah enak
sedang aku bertanya-tanya.
dalam tunggu di muka stasiun
atau memaksa sampai ke peron.
telat sedikit; kau caci aku
____________ : “ah, siapa yang mau!”

.
— arshinara —

PSE – LPN, 2 Agustus 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s