Makan Mesra #2

011312_462681_nasi_bungkus_besar_portalkesehatan-com_
Nasi (se)Bungkus. (Klikkabar.com)

Adzan magrib telah jelas terlewat dan pure berhenti berkumandang saat itu. Kosan terlampau sepi untuk mengemis minta jatah takjil di penghuni lain. Ya, lagi pada pulang kampung. Selain itu, ada juga yang masih sibuk dengan hal lain di luaran. Terpaksa, dengan sangat terpaksa ane memilih memutar kembali lagu-lagu tadi, dan melamun.

“tik-tok jam, dering alarm…” petikan lagu dari Silampukau yang terngiang waktu itu.

Melamun lama, perut sama bantal guling berkerut tak jauh beda, jemuran tak mengering jua, dan semuanya murni kesalahan hamba. Oh, astaga. Muehehe.

Namun, sepi pun terpecah. Ketika desing suara motor di bagian depan kosan, tiba dengan sahut senandung ngeremeng (baca: tidak jelas) nyaring gembiranya. Suaranya semakin mendekat ke arah kamar ane yang dimana, pintunya menganga demi udara. Dekat, dan semakin mendekat. Langkah seseorang berderap khas bunyi langkahnya. Secercah gradasi sedikit terang membelah soliditas gelapnya petang hari itu. Yosh, akhirnya!

Tapi, Justru…

“Bed, ada duit kamu? Saya pinjem Rp20.000,- dulu, maeh?” Tanpa ketok, tiba-tiba si Ali memecah keheningan saat itu. Ya, si Ali yang menjadi jawaban dari pertanyaan di postingan sebelumnya, dan juga sudah sempet ane ceritain di sini.

Selepas mencopot sepatu, dia ngeloyor masuk. Bau kakinya yang rada-rada bikin sesak nggak sedap juga ikutan. Bau sih jelas, tapi hidung teman itu harus maklum, terpaksa. Toh, ini hal biasa yang dia bawa ke kosan sepulang magang, jadi semacam oleh-oleh gitu buat satu kosan.

“Ngagetin ajja kamu, Bah. Ndak ada. Saya lagi kelaperan juga ini. Hahaha,” cengenges ane. Wah, ada temen senasib nih. Miris asyiklah. Wkwkwkwk.

*  *  *

Dua tempat colokan, jadi semacam sudut merah-biru bagi kami. Berdua, kompak ngelamun ngutak-atik smartphone jadul di masing-masing spot charging, ane di pojokan dekat galon, dan Si Ali nguasain pojokan sebelah, dekat rak tumpukan buku. Ngelamun, tiduran, dan cetteng, pagelaran pun dimulai. Hikmat kelaperan, namun lanjut dilamunkan.

“Oh, ya! Sepupu saya. Astaga, Bed. Ada pulsa kamu buat nelpon?” Lagi, hening terpecah dari si Gradasi satu ini.

“Ndak ada, Kuota juga. Voucher hotspot saya, baru ajja resign kemarin, Bah,” Ane jawab datar.

“Astaga, apa-apa sama gini, ya? T*i memang kamu, Bed.” Ya, beginilah ane sama cecunguk satu ini. Serapah udah seperti sapaan akrab.

“Jad*h, masa ndak ada kamu dapet tip di Hotel tadi, Bah?”

“Susah ini (tidak ada diberi uang tip), Kalau begini, nih. Saya ke tempat sepupu saya itu dah dulu. Sapa tahu dia ada,” jaket, dan celana kolor, Si Abah Ali gesit ngeloyor lagi.

Kosan? Ya, Sepi lagi. Wuasyemm. Perut juga sama, deng.

*  *  *

Sampai tepat sebelum isya’, lagi, desing motor dengan secercah gradasi dari sosok itu, kembali menghentakkan sepi. Satu hal yang berbeda, ada satu bingkisan hitam bernuansa sedikit metallic mungil ditentengnya di tangan kiri. Muka ane mendadak terpesona. Lain tadi, yang cuma sebentar. Ini rupanya agak lama, karena ada asumsi positif dari dalam kresek hitam yang dibawanya.

Benar saja, Itu kresek berisi nasi (se)bungkus! Alhamdulillah. Rejeki emang ada ajja.

“Bed! Makan, Bed! Berdua tapi, ya? Saya beli satu yang Rp15.000,- ini tadi”. Senyumnya sambil nyengir, teriak-teriak mungil.

Tanpa balasan dan aba-aba, ane sikat! Kita berdua menikmati satu hadiah kecil itu. Sampai habis tanpa sisa, tanpa waktu yang lama. Maklum ya, kan? Kelaperan. Hahahaha.

Di sela bungkus sisa ane lipat, dia berbalik arah keluar untuk membasuh tangan. Dia berbalik lagi ke kamar ane. Dan, nyeletuk. “Yoman! Rejeki tuh, Bed.” celetuknya.

“Betul, bah,”

“Itu tadi namanya ‘Makan Mesra’, Bed. Gegara temen itu minjemin tadi.”

“Lah, sepupumu?”

“Ndak ada, keluar dia,”

“Oh, sing penting kenyang, Bah,”

“…” dahinya mengkerut, tanpa jawab.

“Hmm, tapi bah. ‘Makan Mesra‘ itu? Kayanya bagus itu,” ujar ane, mungkin karena kenyang, hasrat buat nyemplungin ini ke blog jadi musti. Asek!

“Apasih, Bed? Ndak jelas,” ketusnya, menutup.

Melamun, dilanjutkan kembali bersama. Otomatis, kosan lagi-lagi dan kembali dibiarkan tetap sepi dijaga.

Advertisements

One thought on “Makan Mesra #2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s