Semakin Cepat | #GakJelas

007037200_1464657027-nexus2cee_cat-napping-on-keyboard
Gabut! (gambar: Bintang.com)

“Sahur, Sahur, Bapak-Ibu, Sahur, Adik-adik, Sahur, sudah waktunya sahur. Mari santap sahur!”

Teriakan sahur baru saja berkumandang. Oke, baik, ane ngaku kalau perut ane melompong waktu itu. Karena pas waktu berbuka di hari sebelumnya tidak menemukan titik terang. Ya, gorengan dan segelas kopi dari dispenser yang panggangannya, agak rada-rada. Miris, coba? Hahaha.

Ketika bunyi peringatan itu, ane langsung aja tancep gas buat berburu sedikit perhiasan untuk perut yang tidak bisa lagi diajak berkompromi. Sedih, karena kebetulan lagi laper bener, ane pastikanlah warung burjo terdekat yang bertulisakan “Tiada Tara” sebagai spot pengusiran lapar saat itu. Oke, saatnya balas dendam!

Sampe di lokasi, ternyata masih sepi. Pelanggan belum ada, pun A’a burjonya juga entah kemana. Celingak, celinguk. “Wuih, tumben, pak? Udah nastelan (Nasi Telor-red) aja di mari,” seketika saja, pundak ane terasa berat. Pantesan, Aa’a Burjo yang punya telapak tangan luas itu nyapa dari belakang. Bukan apa-apa, nih. Udah semacam kebiasaan aja, kalau ane berlahap sahur di waktu-waktu yang mepet ala-ala sistem kebut semalem-nya anak-anak SMA. Mepet banget? Ya, keseringannya begitu. Jadi, telapak tangan luas nan berat itu tak perlu kita permasalahkan di sini. Hehehe.

“Iya e, Aa’, udah keroncongan soalnya,” jawab ane singkat, sambil ngebidik spot meja favorit di pojokan belakang.

Tapi serius, pundak ane berat. Kantung mata juga masih. Ulalala, lengkap rasanya!

*   *   *

Pas! Pesenan udah tiba dengan lugasnya. Tanpa ritual formalitas, ane sikat dengan waktu seefisien mungkin. Ingat, ini balas dendam lho, ya? Kebetulan juga, Burjo ‘ntu lagi sepi. Ya, maklum, mendadak jadi pelanggan pertama pas itu. Denting sendok versus piring udah jadi semerdu piano saat itu. Sendiri sih! #DuhJomblo

Bed, pelan-pelan makannya,”  teng, suara si A’a lagi-lagi ngeganggu proses perjamuan itu.

“Keroncongan A’, ana bayar kok, selaw,” jawab ane sambil cengengesan, dan seketika itu, ane ngelamun sebentar. Mendadak. Kayak ada berasa sesuatu. Tapi, entah. Kira-kira apa?

Dengan satu tanya itu, ane balik kostan. Gak lupa ngerogoh kocek Rp9.000,- buat bayar mahar pesenan tadi. Nasi Telur plus  Gorengan empat butir, syahdu, bray! Perut kenyang, dan tetep, pulang bawa tanda tanya. Ellladallaaaaah, ngapain juga ane pikirin, kan? Ya udahlah ya, mending ane nulis postingan ini daripada bingung. Iya, kan? Wkwkwkwk.

*   *   *

Jadi, siapa yang bingung di sini? #LagiGabut

Advertisements

One thought on “Semakin Cepat | #GakJelas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s