Torres yang “Kurang Kerjaan”

0917597torres-kartu-merah780x390
Fernando Torres. (sumber gambar: Kompas.com)

Laga 8 besar Liga Champions Eropa yang mempertemukan Barcelona melawan Atletico Madrid di Camp Nou dini hari tadi (Rabu, 6/4/2016) menjadikan sosok Fernando Torres sebagai poros sorotan. Kenapa ? Ya, sama seperti judul postingan ane ini, “KURANG KERJAAN”. Bagi yang sudah mantengin pertandingannya, pasti tahu maksud dari judul postingan ane kali ini.

Di awal laga, pertandingan berjalan cukup seimbang. Los Rojiblancos bisa memberi perlawanan pada tim tuan rumah. Bahkan bisa dikatakan cukup mendominasi permainan karena permainan Barcelona terlambat padu sehingga situasi itu dimanfaatkan oleh tim tamu. Terbukti, tim tamu berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicetak Fernando Torres di menit 25 setelah mengoptimalkan umpan terobosan rekannya. Nah menurut ane, umpan semacam itulah yang memang menjadi “kesukaan” seorang Fernando Torres. Yup, Finishing yang cantik !

Baru beberapa saat setelah mencetak gol, El Nino (julukan Torres) melakukan tackle “kurang kerjaan” yang pertama sehingga diganjar kartu kuning. Lalu, tepat di menit 35 kartu kuning kedua datang menginstruksinya untuk mandi lebih awal. Karena “kurang kerjaan” ini, Torres akhirnya bisa istirahat lebih awal sedangkan rekan-rekan yang lainnya berjibaku lebih keras.

Babak kedua, Atletico Madrid berubah menjadi tertekan setelah kepergian “si nomor 9”. Gempuran Barcelona lebih terasa. Akhirnya, Barca berhasil memetik kemenangan dengan skor 2-1. Dua gol Barcelona melalui Luis Suarez itu jelas memberi kekecewaan pada tim tamu.

 

Ada Apa Dengan Torres ?

Ane jadi bertanya-tanya, kenapa Torres melakukan hal yang tidak perlu ? Ane sendiri nggak yakin jika dua tackle-nya itu tidak disengaja. Toh disengaja atau tidak, secara posisi Torres bukanlah sosok yang wajar untuk meniru peran atau gaya bermain pemain “Ball Winning Midfielder”. Atau mungkin Torres terprovokasi dengan gaya perrmainan tiki-taka ala Barca ? Tapi, bukannya di babak pertama tim besutan Diego Simeone itu cukup memberi perlawanan ? Atau ada hal lainnya ? Entahlah, percuma saja menduga-duga. Yang jelas, penilaian wasit terhadap dua tackle kembar Torres itu cukup pantas berhadiah kartu kuning karena dua tackle kembarnya itu memang (jelas) terlihat keras bahkan menjurus “agak” kasar.

Wajar apabila Torres menjadi sorotan pasca laga. Mencetak gol cantik yang membuatnya berpotensi menjadi pahlawan yang membuat rekan-rekannya menggenggam momentum berubah karena keranjang belanjanya ternodai oleh “kartu bon” berwarna merah yang cukup berefek negatif bagi timnya. Tim lawan otomatis tersenyum lebar, bukan ? Pesan manis Torres melalui sontekannya tertutup dengan kartu merah akibat ulah yang dibuatnya.

Pembelaan diri ? 2 tackle-nya itu memang sangat wajar menghasilkan kartu kuning, jelas kok. Jika pemain mendapatkan 2 kartu kuning, hukumannya sama dengan kartu merah. Ya, sama-sama diberi “kesempatan mandi dan beristirahat lebih awal”. Sangat disayangkan, memang. Tapi, semoga saja itu bisa menjadi pelajaran buat salah satu striker favorit ane yang satu ini.

#CMIIW 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s