“Undangan” Dari Kantor (Baru) Tokopedia

banner-blog_intip-5-keseruan-kantor-baru-tokopedia
Kantor baru Tokopedia. (blog.tokopedia.com)

“Wow, Keren nih!” itulah kata yang ane teriakan dalam hati ketika membaca Majalah Marketing edisi Januari 2016, tentang Tokopedia yang memiliki kantor baru di Wisma 77 Tower 2, Slipi, Jakarta. Kabarnya, perpindahan ke kantor baru ini dikarenakan seiring perkembangan pesat dari Tokopedia sendiri dan juga jumlah karyawan yang kian bertambah. Ya, jumlah karyawan hingga 500 orang tentu bukan jumlah yang sedikit, bukan ? Ini indikasi bahwa kegiatan operasional mereka terbilang cukup sibuk.

Lokasi Lingkungan kerja atau kantor Tokopedia cukup menarik perhatian pribadi ane sebenarnya. Bukan karena perpindahan lokasi kantornya, karena hampir semua perusahaan melakukan ini baik karena pesatnya perkembangan perusahaan seperti alasan yang dikemukakan Tokopedia sendiri atau faktor lain misalnya. Tapi melainkan konsep dan desain tempat kerja yang disuguhkan Tokopedia untuk para Nakama (sebutan karyawan Tokopedia). Ini serius, lho.

Jika diperhatikan, konsep dari kantor baru Tokopedia di Wisma 77 ini tidak terlalu berbeda dengan kantor lama mereka yang berlokasi di Kompleks Ruko Graha Handaya Unit R, S, T, Kebon Jeruk, Jakarta. Konsep open space yakni ruang tanpa sekat kubikel-kubikel khas ruang perkantoran pada umumnya, dan ruang bersantai/bermain sepertinya masih menjadi andalan Tokopedia. Mungkin yang berbeda ialah luas kantor dan layout atau tata letak ruangnya. Ya, setidaknya itu yang terlihat di majalah dan juga di situs blog Tokopedia sendiri, hihihihi.

Lingkungan kerja seperti ini membuat semua Nakama lebih berbaur dengan Nakama lainnya, tanpa peduli posisi ataupun lama kerja di Tokopedia. (blog.Tokopedia.com, 8 Januari 2016).

Apa yang dilakukan oleh perusahaan yang dikenal sebagai salah satu situs jual beli online ini melalui “gaya” open space-nya merupakan langkah Tokopedia untuk memperlihatkan diri sebagai perusahaan yang aware dengan kenyamanan karyawannya sendiri sehingga bisa lebih produktif dan berkontribusi terhadap kinerja perusahaan. Tentu ini bagus bagi hubungan internal (vertikal-horizontal) di tubuh Tokopedia sendiri. Bukan tidak mungkin apa yang dinamai dengan loyalitas bisa hadir dan terlihat di sini. Dengan syarat, iklim komunikasi internal yang terjalin tetap berjalan positif. Dengan kata lain, jangan sekedar soal ruang kerja atau kantor baru saja, karena produktif atau tidaknya karyawan itu tidak melulu dipengaruhi oleh satu faktor saja.

Kantor Tokopedia didesain senyaman mungkin, diharapkan mampu menjadi rumah kedua untuk para pegawainya. Pendiri sekaligus CEO Tokopedia William Tanuwijaya menyebut para pegawai sebagai anggota tim Tokopedia. (Kompas.com, 3 April 2013).

Selain itu, bukan tidak mungkin juga “gaya” ruang kantor ini akan menjadi perhatian atau bahkan bisa bertransformasi menjadi citra positif Tokopedia di mata publik di luar Tokopedia (eksternal). Oh iya, satu hal lagi yang terpikirkan dari apa yang dilakukan Tokopedia dengan “suguhan” lingkungan kerja khasnya. Ya, Semacam “undangan” yang berpotensi menggoda orang untuk “mampir”, “singgah”, ataupun menjadi bagian dari perusahaan yang identik dengan program komunikasi “Ciptakan Peluangmu”-nya ini.

#CMIIW 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s