Ramalan Saya : Besok, Periklanan Itu…

Tulisan ini merupakan tugas kuliah.

Iklan tentunya sudah sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Hampir disetiap hari-hari yang kita lewati pasti bertemu dengan iklan, baik secara sengaja maupun tidak direncana. Kita bisa melihat iklan di media massa seperti koran, majalah, televisi, radio, dan sebagainya. Dalam dunia bisnis, iklan sangatlah erat kaitannya. Iklan dan periklanan dimanfaatkan sebagai sarana informing kepada khalayak tentang sebuah produk ataupun jasa.

Menurut M. Suyanto (2007: 143) mendefinisikan, “Periklanan adalah penggunaan media bauran oleh penjual untuk mengkomunikasikan informasi persuasif tentang produk, jasa atau pun organisasi dan merupakan alat promosi yang kuat”.

Peranan periklanan dalam pemasaran suatu produk adalah untuk membangun awareness khalayak terhadap eksistensi produk yang ditawarkan, menambah pengetahuan konsumen tentang produk yang ditawarkan, membujuk calon konsumen untuk membeli dan menggunakan produk tersebut, dan untuk membedakan diri perusahaan satu dengan perusahaan yang lainnya (Diferensiasi).

Jadi selama kegiatan pemasaran atau bisnis masih ramai, periklanan masih akan tetap menunjukkan eksistensi. Namun, seiring dengan perkembangan zaman yang ada, kegiatan periklanan tentunya terus mengalami perubahan (dinamis) baik secara sajian maupun lahan posisinya. Iklan, dulu begitu, sekarang begini, bagaimana dengan nanti ?

Bagaimana dengan nanti ? Itulah yang terpikirkan oleh saya, belum lagi buat rekan-rekan prodi Advertising, topik ini tidak ada matinya untuk dibahas oleh mereka. Tapi, bagi saya sendiri hal ini sudah bisa diramalkan dan diprediksi. Kenapa ? Saya mengacu pada kecenderungan masyarakat yang kini lebih akrab dengan alat telokomunikasi mobile atau yang biasa disebut gadget. Jadi, periklanan akan merambah, atau lebih tepatnya akan berekspansi ke lahan Internet atau dunia maya.

Menurut data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), selama tahun 2014 menunjukkan pengguna naik menjadi 88,1 juta atau dengan kata lain penetrasi sebesar 34,9%. Jika disesuaikan dengan jumlah penduduk Indonesia sesuai data  Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014 sebesar 252 juta penduduk. Dengan demikian, dari sisi jumlah penduduk, pengguna internet mengalami pertumbuhan 16,2 juta pengguna, yaitu dari 71,9 juta menjadi 88,1 juta pengguna.

Nah, dari data itu kita bisa memprediksi kemana arah perkembangan periklanan kedepannya, khususnya di Indonesia akan berkembang dan berekspansi ke lahan virtual. Ya, yang paling potensial jelas media sosial bukan ? Semakin banyaknya jumlah orang yang mengaksesnya, di situlah target incaran positioningnya. Sama seperti televisi, kuantitas iklan di saat televisi belum menjadi tren sangat berbeda jauh dengan situasi di saat TV sudah menjadi kebutuhan “wajib”. Jadi sederhananya, di mana ada orang ramai, di situlah iklan akan terlihat.

“Dalam dunia periklanan online, sinyal lokasi mengizinkan Anda untuk memperbanyak target iklan dibandingkan iklan cetak saat ini. Lebih banyak target yang ada, akan lebih banyak pembaca yang mengklik, dan akan lebih banyak pengiklan yang menaikkan harga iklan,” – Eric Schmidt, Executive Chairman Google (Kompas.com, 26 Oktober 2013).


Lahan Utama

Internet sudah semakin mudah diakses karena mengalami mobilisasi oleh tren smartphone, itulah yang menjadi stimulus yang meningkatkan jumlah pengguna aktif internet apalagi media sosial. Saya rasa bukan di Indonesia saja, melainkan juga dunia internasional ikut merasakan hal itu. Bisa dibayangkan jika dunia internasional kita coba kaitkan. Internet akan jadi lahan potensial bagi iklan untuk di kunjungi.

Menurut Henri Kasyfi, Co-Founder dan Comissioner di IDC Data Center, pengguna sosial media aktif per bulannya 70 juta orang. Di sisi lain, pelanggan seluler di Indonesia mencapai 314 juta orang dengan 48 juta di antaranya menjadi pengguna aktif media sosial mobile.

Dari 48 juta pengguna aktif internet (media sosial) itu, bukan tidak mungkin pengguna aktif internet akan terus bertambah. Jika terus bertambah, juga bukan tidak mungkin internet akan menjadi lahan utama yang akan subur bagi pertumbuhan dan perkembangan periklanan. Ya, menjadi “Lahan Utama”. Apalagi jika internet kian akrab dengan masyarakat. Jadi, menurut saya, tidak ada salahnya jika kita berasumsi bahwa Internet / Media Sosial dan segmen mobile akan menjadi kunci sebuah iklan.


Lebih Variatif

Periklanan akan mencoba lebih, akan terus mencoba fleksibel dan dinamis dengan lahan incaran mereka, tak terkecuali dengan internet atau media sosial. Kita bisa kembali berkaca pada bentuk atau sajian iklan yang berubah tergantung media mana yang disentuhnya. Jika Radio, iklan akan tersaji dengan format audio. Jika Televisi, iklan akan lebih dominan tersaji dengan bentuk video. Begituu juga dengan internet, iklan akan menyesuaikan sajiannya ketika akan menempatkan diri pada lahan maya ini. Di internet/media sosial, hampir semua sajian format iklan compatible dengan internet seperti, audio, video, animasi, cinematograph, gambar, dan sebagainya. Namun, itu kembali lagi pada pengiklannya, bukan ? Sajiannya akan tergantung dari place, dan segmen audiens-nya, ataupun pertimbangan lainnya.

Dari banyaknya format sajian yang bisa di-publish itu, periklanan akan lebih variatif dalam menyajikan sajian iklan yang juga diiringi proses periklanan yang akan menyesuaikan, baik dari proses penyiapan, perencanaan hingga pengawasan penyampaian iklan. Hal inilah yang menjadi tantangan bagi pengiklan dan agency periklanan (Advertisment) untuk bisa dinamis dan fleksibel melihat kecendrungan sosial yang ada. Fakta bahwa pada masa sekarang orang lebih senang mengakses informasi lewat gadget daripada membaca media cetak adalah peluang yang cukup prospektif untuk mulai mengalihkan media promosi ke lahan digital.


Melihat kecendrungan saat ini, pertumbuhan pengakses internet dan tingkat penjualan gadget yang kian meroket, “Periklanan di masa depan sudah bisa diramalkan, bukan ?”.

Advertisements

6 thoughts on “Ramalan Saya : Besok, Periklanan Itu…

  1. Kadang-kadang iklan yang muncul pada smartphone bisa sangat menggangu. Kita seolah-olah disuguhi iklan yang tidak tepat sasaran.

    Semoga di masa yang akan datang pengiklan lebih mengutamakan kualitas iklannya agar menarik

    Liked by 1 person

    1. Iya bener bang… saya juga sebagai penikmat inernet, sering banget merasakannya. Tapi, justru itulah yang menurut saya menjadi tantangan tersendiri bagi pengiklan.

      Like

  2. Prediksi yang sepertinya sudah mulai terlihat. Namun perlu juga dipertimbangkan masih banyak pemegang keputusan di berbagai korporasi khususnya di Indonesia yang masih belum melek manfaat beriklan di media internet, ataupun bener2 langsung direct via gadget.

    Secara umum saat ini kita masih mamasuki masa2 awal transisi.

    Liked by 1 person

    1. Menurut bang Perspektif sendiri, bagaimana ? Beriklan di media internet masih dianggap sebelah mata karena murni soal “target audiens” atau memang belum melek sepenuhnya ?

      Like

      1. Yg memasang di media internet pasti sdh paham karakter audiens. Tapi manajemen yg memutuskan pasang iklan belum sepenuhnya paham, belum sepenuhnya melek beriklan di internet. Kebanyakan masih konvensional di media cetak

        Liked by 1 person

      2. Wah, bener juga bang… Jadi, manajemen haruslah memahami potensi iklan melalui internet ya, Bang ?

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s